Teken Kerja Sama Penerbangan Subsidi, Pemkab Tolikara Percepat Akses 46 Distrik Terpencil

Fokus, Pemerintahan85 Dilihat

JAYAPURA — Pemerintah Kabupaten Tolikara resmi menjalin kerja sama layanan penerbangan subsidi guna membuka keterisolasian wilayah pedalaman yang selama ini sulit dijangkau. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemkab Tolikara dan dua maskapai, yakni PT Vast Intra Avia dan PT Eya Aviation Indonesia, di Sentani, Rabu (4/3/2026).

Bupati Tolikara, Willem Wandik, mengatakan kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk memastikan pelayanan publik di 46 distrik tetap berjalan, meski pemerintah daerah tengah menghadapi tekanan defisit anggaran dan dampak perlambatan ekonomi global.

Menurut Willem, sebagian besar wilayah Tolikara hanya dapat diakses melalui transportasi udara. Akses darat menuju distrik-distrik terpencil dinilai berisiko tinggi dan membutuhkan waktu berhari-hari dengan medan hutan lebat serta pegunungan.

“Akses darat sangat berisiko. Petugas medis dan guru harus berjalan kaki berhari-hari menyeberangi sungai dan gunung. Saat tiba di lokasi, stamina mereka sudah terkuras. Kondisi ini membuat pelayanan pendidikan dan kesehatan kerap terhenti,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterbatasan akses tersebut berdampak sistemik terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk masih tingginya angka buta aksara di kalangan orang dewasa. Melalui program subsidi penerbangan, pemerintah berharap mobilisasi tenaga medis, guru, serta distribusi logistik mulai dari bahan pangan hingga pembayaran gaji dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

Willem mengakui, di tengah ketidakstabilan penerimaan negara, pemerintah daerah dihadapkan pada pilihan sulit dalam menentukan prioritas pembangunan. Namun, transportasi udara dipandang sebagai urat nadi utama konektivitas dan pelayanan dasar di Tolikara.

“Jika menunggu pembangunan jalan darat, waktunya terlalu lama. Kami memilih langkah ini agar anak-anak sekolah dan tenaga kesehatan bisa bergerak lebih mudah. Program ini dibiayai melalui kolaborasi APBN dan APBD,” kata dia.

Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung percepatan pelaksanaan program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Merah Putih. Pemerintah daerah sebelumnya mengalami kendala administrasi kependudukan, seperti pengurusan KTP dan kartu keluarga, karena sulitnya mobilitas warga dari kampung ke pusat layanan.

Dengan adanya penerbangan subsidi yang lebih rutin, pemerintah optimistis proses administrasi dapat dipercepat sehingga berbagai program nasional bisa terealisasi tepat waktu.

Perwakilan maskapai, Chandra Gana, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan Pemkab Tolikara. Ia menyebut kerja sama ini merupakan perpanjangan kedua antara pihak maskapai dan pemerintah daerah.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan mendukung konektivitas di wilayah yang sulit dijangkau, agar pembangunan di Tolikara dapat berjalan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemkab Tolikara berharap, pembukaan akses udara secara konsisten dan terjangkau tidak hanya meningkatkan mutu pendidikan dan layanan kesehatan, tetapi juga menekan inflasi akibat tingginya biaya distribusi barang di wilayah terpencil. (Diskomdigi Tolikara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *