oleh Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos
Di balik pegunungan tinggi Tanah Papua…
di antara lembah yang sunyi…
di tempat yang jauh dari hiruk pikuk kota…
di situlah kasih Tuhan nyata bekerja…

tempat di mana masyarakat hidup sederhana…
berjalan kaki menembus gunung…
membawa noken di pundak…
dan berharap akan terang dari Firman Tuhan…
Suatu hari…
Yesus mendengar kabar duka…
tentang Yohanes Pembaptis yang telah tiada…
Hati-Nya sedih…
Dia ingin menyendiri…
Namun… kasih-Nya lebih besar dari kesedihan itu…
Tanpa disadari…
orang banyak sudah datang dari berbagai kampung…

Mereka berjalan jauh…
melewati gunung… lembah… dan hutan…
Bukan untuk mencari makanan…
tapi untuk mencari Firman kehidupan…
Hari mulai sore…
matahari turun di balik gunung…
angin dingin mulai terasa…
Murid-murid mulai gelisah…
“Guru… tempat ini jauh dari mana-mana…
tidak ada pasar… tidak ada warung…
suruh saja mereka pulang ke honai masing-masing…”

Namun Yesus melihat mereka…
Dia melihat kaki yang penuh debu…
Dia melihat wajah yang lelah…
tapi Dia juga melihat hati yang lapar akan kebenaran…
Lalu Yesus berkata pelan…
“Kamu saja yang beri mereka makan…”
Murid-murid saling pandang…
tak ada yang punya apa-apa…
Hanya seorang anak kecil…
yang membawa bekal sederhana dalam nokennya…
5 batatas bakar…
dan 2 ekor kuskus hutan…
“Guru… ini saja yang ada…
mana mungkin cukup…?”
Dia menyuruh semua orang duduk berkelompok…
di rumput… seperti saat pesta bakar batu…
Lalu…
Yesus mengangkat makanan itu ke langit…
Mengucap syukur…
kepada Bapa di Surga…
Dan saat itu…
keajaiban terjadi…
Batatas yang sedikit…
tidak pernah habis…
Kuskus yang kecil…
terus cukup untuk semua…
Murid-murid berjalan dari satu kelompok ke kelompok lain…
mengisi noken… membagi kepada setiap keluarga…

Semua makan…
bapa-bapa… mama-mama… anak-anak…
Sampai kenyang…
Bukan hanya perut mereka yang kenyang…
tapi hati mereka juga dipenuhi damai…
Ketika semua selesai…
sisa makanan dikumpulkan…
Dan ternyata…
masih ada 12 noken penuh…
Malam itu…
orang-orang pulang ke kampung masing-masing…
Dengan hati yang berubah…
Mereka berkata…
“Di tempat sejauh ini…
di lembah dan gunung seperti ini…
Tuhan tetap melihat kita…
Tuhan tidak pernah lupa kasih kita…”
Saudara-saudara di Lembah Toli… dan seluruh Tanah Papua…
Cerita ini mengajarkan kita:
✔ Tuhan tidak hanya bekerja di kota…
tapi justru hadir di tempat terpencil… di honai-honai kita…
✔ Hal kecil di tangan Tuhan… bisa menjadi berkat besar…
batatas sederhana… bisa memberi makan ribuan orang…
✔ Pembangunan hidup harus seimbang…
roh kita kuat… dan hidup kita juga diberkati…
Hari ini…
kalau kita merasa hidup di tempat yang jauh…
di daerah yang orang sebut 3T…
Ingatlah…
Di situlah Tuhan paling sering menunjukkan mujizat-Nya…








