Karubaga,Tolikara – Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pendidikan dan Perpustakaan terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia unggul di era digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak di Institut Teknologi Del, Sumatera Utara, melalui jalur Beasiswa Pemerintah Kabupaten Tolikara Tahun 2026.
Kegiatan seleksi ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam menyiapkan generasi muda Papua yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global, khususnya di bidang teknologi informasi dan rekayasa perangkat lunak yang saat ini menjadi kebutuhan utama dunia kerja dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Tolikara, Simon Kondorura, S.E dihadapan para peserta tes di halaman SMA Negeri Karubaga rabu, 10/6/2026,menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Tolikara untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta menciptakan sumber daya manusia yang unggul, mandiri, dan berdaya saing.
Menurutnya, kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Tolikara dengan Institut Teknologi Del yang berlokasi di Balige, Sumatera Utara, merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masa depan daerah melalui pendidikan berkualitas. Seluruh biaya pendidikan mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui program beasiswa daerah.

“Melalui program ini, pemerintah ingin membuka akses pendidikan tinggi yang berkualitas bagi anak-anak Tolikara. Mereka tidak hanya memperoleh kesempatan belajar di salah satu perguruan tinggi teknologi terbaik di Indonesia, tetapi juga dipersiapkan menjadi tenaga profesional yang nantinya kembali mengabdi untuk membangun daerah,” ujar Simon Kondorura.
Pelaksanaan seleksi dilakukan secara profesional dan transparan. Seluruh materi ujian disusun langsung oleh pihak Institut Teknologi Del dan dikirim kepada panitia pelaksana di Tolikara. Dalam proses pengawasan, turut dilibatkan alumni Institut Teknologi Del yang telah dipercaya oleh kampus untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar akademik yang berlaku.

Panitia daerah hanya bertugas mengawasi pelaksanaan ujian serta mengirimkan kembali lembar jawaban peserta kepada pihak kampus. Selanjutnya, seluruh hasil ujian akan diperiksa langsung oleh tim akademik Institut Teknologi Del berdasarkan kemampuan dan kompetensi masing-masing peserta.
Dengan sistem tersebut, proses seleksi diharapkan menghasilkan calon mahasiswa yang benar-benar memenuhi standar akademik dan siap mengikuti pendidikan tinggi di bidang teknologi.
Ketua Panitia, Premi Yigibalom, menjelaskan bahwa program ini bukan sekadar memberikan beasiswa, tetapi juga membangun fondasi masa depan Tolikara melalui pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.
Para peserta yang nantinya dinyatakan lulus diharapkan mampu memanfaatkan kesempatan emas tersebut dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi. Pemerintah Kabupaten Tolikara berharap seluruh penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu, maksimal dalam empat tahun, serta kembali ke daerah untuk mengabdikan ilmu dan keahlian yang diperoleh.

Program ini menjadi bukti bahwa pembangunan Tolikara tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan manusia sebagai aset utama kemajuan daerah. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dunia, Tolikara mengambil langkah nyata dengan menyiapkan generasi muda yang siap menjadi inovator, programmer, pengembang teknologi, dan pemimpin masa depan Papua.
Melalui beasiswa ini, Pemerintah Kabupaten Tolikara berharap lahir putra-putri terbaik daerah yang mampu membawa perubahan, mempercepat transformasi digital, serta menjadi motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan.
“Dari Pegunungan Papua menuju Kampus Teknologi Nasional, dari ruang kelas menuju masa depan Tolikara yang lebih maju.”
Program beasiswa ini menjadi jembatan bagi generasi muda untuk meraih mimpi sekaligus mengabdi bagi tanah kelahiran yang mereka cintai. (Diskomdigi Tolikara) *








