KARUBAGA, Tolikara – Pemerintah Kabupaten Tolikara menggelar Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila di Lapangan Pendidikan Karubaga, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ASN, TNI-Polri, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta para pelajar dari berbagai sekolah di Karubaga.
Bupati Tolikara, Willem Wandik, bertindak sebagai pembina upacara. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1716/Tolikara Letkol Inf Derek S. Rumbino, Wakapolres Tolikara AKP Budi Harjo Kadir, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh adat, serta ratusan peserta upacara dari kalangan ASN, TNI-Polri, dan pelajar.
Dalam amanatnya, Bupati Willem Wandik menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam pelayanan nyata kepada masyarakat, terutama di wilayah pegunungan seperti Tolikara yang masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Mengusung tema “Membumikan Pancasila, Menghadirkan Negara, dan Mewujudkan Tolikara RAMAH: Religius, Berbudaya, Mandiri, Adil, dan Sejahtera”, Bupati menekankan bahwa kehadiran negara harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pendidikan, transportasi, dan penguatan ekonomi rakyat. Ia menilai Pancasila akan memiliki makna apabila rakyat merasakan manfaat nyata dari kehadiran pemerintah.
Menurut Willem, kondisi geografis Tolikara yang berada di wilayah pegunungan membutuhkan perhatian dan kebijakan yang berpihak. Tingginya biaya transportasi serta mahalnya harga bahan bangunan, obat-obatan, dan kebutuhan pokok menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pembangunan daerah. Karena itu, ia mendorong adanya keadilan fiskal dan dukungan lebih besar dari pemerintah pusat bagi daerah-daerah pegunungan.

Dalam pidatonya, Bupati juga menyoroti pentingnya kemandirian pangan sebagai langkah strategis menghadapi tekanan ekonomi global dan tingginya biaya distribusi barang ke wilayah pegunungan. Ia mengajak masyarakat untuk mengembangkan potensi pertanian lokal dan memperkuat produksi pangan di tingkat kampung agar tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Selain itu, Willem menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam memperjuangkan peningkatan layanan penerbangan perintis, penyediaan listrik 24 jam, serta pembangunan pendidikan berpola asrama. Menurutnya, ketiga sektor tersebut merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila dalam menghadirkan pelayanan yang adil dan merata bagi masyarakat pegunungan.

Pada sektor pendidikan, Bupati menyatakan bahwa pola pendidikan berasrama menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Tolikara. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta memiliki daya saing yang lebih baik di masa depan.
Di hadapan peserta upacara, Willem juga mengingatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) agar meningkatkan disiplin dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa ASN merupakan wajah negara yang berhadapan langsung dengan rakyat, sehingga nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam setiap pelayanan publik yang diberikan.

Mengakhiri amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Lahir Pancasila sebagai titik balik dalam membangun Tolikara. Ia menyerukan semangat persatuan, kerja sama, dan gotong royong guna mewujudkan visi Tolikara RAMAH yang religius, berbudaya, mandiri, adil, dan sejahtera.
“Jangan hanya merayakan Pancasila. Mari menghadirkan Pancasila dalam pelayanan, pendidikan, kesehatan, transportasi, pangan lokal, damai sosial, kerja ASN, dan pembangunan Tolikara,” ujar Willem dalam penutupan pidatonya.
Upacara Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Karubaga berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat kebangsaan. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh komponen masyarakat dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan Kabupaten Tolikara di tengah berbagai tantangan yang dihadapi wilayah pegunungan Papua. (Diskomdigi Tolikara)













