Perempuan Berdaya, Tolikara Bangkit: Wari Jadi Pusat Ekonomi Sagu dan Pembangunan Wilayah

Fokus18 Dilihat

Wari, Tolikara — Pemerintah Kabupaten Tolikara terus mendorong pemberdayaan perempuan sebagai motor penggerak kesejahteraan keluarga. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Konferensi Pertama Perempuan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Distrik Wari yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, Rabu, 18 Maret 2026 kemarin.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Tolikara Willem Wandik, didampingi Wakil Bupati Yotam Wonda, Wakapolres Tolikara AKP Budiarjo Kadir, Ketua TP-PKK Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, Ketua GOW Ny. Reni Weya Wonda, Asisten I Samuel Kogoya, serta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Tolikara.

Dalam kegiatan ini mengusung tema “Perempuan Berdaya, Keluarga Sejahtera” dengan subtema “Pemberdayaan Ekonomi Perempuan untuk Kemandirian Keluarga”, konferensi ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran perempuan di tengah masyarakat, khususnya dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal.

Ketua TP-PKK Kabupaten Tolikara, Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas PKK yang telah dirintis sejak tahun 2025, termasuk program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Meski pelaksanaannya dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan program tersebut di Distrik Wari, Dow, dan Egiam.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara yang telah memberikan dukungan penuh terhadap program pemberdayaan perempuan. Dalam kesempatan itu, TP-PKK turut menyerahkan dukungan dana melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB, sekaligus memulai pelatihan pengolahan sagu menjadi berbagai produk bernilai ekonomi, seperti kue, dan sejenisnya.

Tak hanya itu, program pemberian makanan bergizi juga mulai dilaksanakan bagi anak-anak TK, PAUD, hingga SMP sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.

Sementara itu, Bupati Tolikara Willem Wandik dalam sambutannya menegaskan bahwa Distrik Wari kini telah ditetapkan sebagai pusat pembangunan wilayah lima yang mencakup Distrik Wari, Dow, dan Egiam. Penetapan ini merupakan realisasi janji kampanye yang kini mulai diwujudkan secara nyata.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk menggalakkan ketahanan pangan lokal berbasis sagu.

Menurutnya, Distrik Wari memiliki potensi sagu yang sangat melimpah dan dapat menjadi solusi menghadapi ancaman krisis pangan di masa depan.

“Mulai dari sini, kita akan launching ketahanan pangan lokal berbasis sagu untuk Tolikara, Papua Pegunungan, bahkan tanah Papua. Jika suatu saat terjadi resesi, kita sudah siap dengan cadangan pangan lokal,” tegas Bupati.

Selain fokus pada ekonomi dan pangan, Pemerintah Kabupaten Tolikara juga berkomitmen meningkatkan pelayanan kesehatan di Distrik Wari dengan melengkapi fasilitas dan tenaga medis setara dengan RSUD Karubaga, mengingat jangkauan pelayanan terjauh.

Di sektor pendidikan, peningkatan kualitas belajar mengajar juga menjadi perhatian serius, termasuk penegakan disiplin bagi tenaga pengajar.

Bupati bahkan menegaskan akan memberikan sanksi tegas bagi guru yang tidak aktif mengajar dalam jangka waktu lama, demi menjaga kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda mengajak masyarakat untuk bersyukur atas kekayaan alam Tolikara yang melimpah, mulai dari wilayah pegunungan hingga lembah yang subur. Ia menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan, serta meminta seluruh dinas terkait untuk serius menjalankan program prioritas daerah.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda, dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan bantuan berupa buku tulis, seragam sekolah, dan tas kepada para pelajar dari tingkat TK hingga SMA. Dinas Kesehatan pun turut memberikan pelayanan kesehatan gratis dengan menghadirkan tenaga medis di lokasi kegiatan.

Konferensi ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan perempuan Tolikara dalam membangun keluarga yang mandiri, sehat, dan sejahtera, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan daerah berbasis potensi lokal dan kebersamaan. (Diskomdigi Tolikara) *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *