Karubaga – Pemerintah Kabupaten Tolikara resmi melepas 315 tenaga kesehatan kontrak yang akan ditempatkan di 39 puskesmas yang tersebar di berbagai distrik wilayah Tolikara, Kamis (4/6/2026). Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus menjawab kebutuhan tenaga medis di daerah-daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan sumber daya kesehatan.
Ratusan tenaga kesehatan yang dilepas terdiri atas dokter, perawat, bidan, tenaga farmasi, analis kesehatan, tenaga kesehatan masyarakat, dan berbagai profesi kesehatan lainnya. Mereka akan bertugas di puskesmas hingga menjangkau kampung-kampung terpencil guna memastikan layanan kesehatan dapat diakses secara merata oleh masyarakat.
Acara pelepasan berlangsung di Karubaga dan dihadiri Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tolikara Elisabeth Y. Flassy Wandik, Kepala Dinas Kesehatan Tolikara Elius Enembe, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta seluruh tenaga kesehatan yang akan menjalankan tugas di lokasi penempatan masing-masing.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Tolikara Elius Enembe mengatakan penempatan tenaga kesehatan kontrak merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas. Menurutnya, ketersediaan tenaga kesehatan yang memadai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah distrik, pemerintah kampung, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyediakan fasilitas penunjang bagi tenaga kesehatan, terutama tempat tinggal yang layak selama menjalankan tugas.
“Kami telah menempatkan tenaga kesehatan sesuai kebutuhan pelayanan di masing-masing puskesmas. Namun, dukungan terhadap fasilitas tempat tinggal dan sarana pendukung lainnya sangat diperlukan agar mereka dapat bekerja dengan nyaman dan optimal dalam melayani masyarakat,” kata Elius.

Sementara itu, Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda menegaskan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Karena itu, keberadaan tenaga kesehatan di setiap puskesmas dinilai sangat penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mudah dijangkau oleh masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
Yotam meminta seluruh tenaga kesehatan yang baru ditempatkan untuk menjalankan tugas dengan disiplin, profesional, dan penuh tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan kondisi wilayah penugasan serta membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah distrik, pemerintah kampung, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

“Penempatan 315 tenaga kontrak kesehatan pada 39 puskesmas ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Kami berharap seluruh tenaga kesehatan dapat mengutamakan kepentingan masyarakat dan menjaga etika pelayanan dalam setiap tugas yang dijalankan,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Tolikara Elisabeth Y. Flassy Wandik menilai pembangunan kesehatan merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari tingkat kesehatan masyarakat yang menjadi fondasi utama kemajuan daerah.
Ia mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk menjadi bagian dari upaya transformasi layanan kesehatan melalui pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Selain memperkuat pelayanan kesehatan dasar, kehadiran 315 tenaga kesehatan kontrak tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai program prioritas pemerintah daerah, termasuk percepatan penurunan angka stunting. Para tenaga kesehatan nantinya akan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK, pemerintah distrik, pemerintah kampung, serta berbagai pihak terkait dalam meningkatkan kesehatan ibu dan anak, memperbaiki status gizi masyarakat, dan mendorong upaya pencegahan stunting.
Pelepasan tenaga kesehatan kontrak ini menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan hingga ke tingkat kampung. Dengan bertambahnya tenaga kesehatan di 39 puskesmas, pemerintah berharap akses dan mutu layanan kesehatan masyarakat semakin meningkat, sekaligus mendukung terwujudnya masyarakat Tolikara yang sehat, produktif, mandiri, dan sejahtera.
Pemerintah Kabupaten Tolikara juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang bersedia mengabdikan diri di berbagai wilayah penugasan. Semangat pengabdian tersebut diharapkan menjadi modal penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Tolikara. (Diskomdigi Tolikara)














