Pemda Tolikara Perkuat Reformasi Birokrasi, 13 Pejabat Ikuti Uji Kompetensi di BKN Jayapura

Fokus, Pemerintahan39 Dilihat

Jayapura – Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan berbasis kinerja, Pemerintah Kabupaten Tolikara menggelar Evaluasi Kinerja dan Uji Kompetensi bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Kamis, 19 Februari 2026, bertempat di Kantor Badan Kepegawaian Negara atau BKN Jayapura.

Sebanyak 13 pejabat struktural mengikuti agenda strategis ini. Sepuluh pejabat menjalani uji kompetensi, sementara tiga pejabat lainnya mengikuti evaluasi kinerja. Kegiatan ini menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam memastikan jabatan strategis diisi oleh figur yang kompeten, berintegritas, dan siap menjawab tantangan pembangunan daerah.

Bupati Tolikara, Willem Wandik, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan uji kompetensi dan evaluasi kinerja ini telah mendapatkan persetujuan resmi dari Badan Kepegawaian Negara. Persetujuan tersebut menjadi dasar hukum yang kuat bahwa seluruh tahapan yang dilaksanakan telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Bupati menekankan, kegiatan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan wujud komitmen serius Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam membangun birokrasi berbasis sistem merit — sistem yang menempatkan kompetensi dan kinerja sebagai dasar utama dalam pengisian jabatan.

Didampingi Wakil Bupati, Yotam Wonda, Bupati menyampaikan bahwa uji kompetensi dan evaluasi kinerja merupakan instrumen strategis untuk mengukur kesesuaian kemampuan manajerial, teknis, dan sosial kultural pejabat dengan jabatan yang diemban. Hasilnya akan menjadi dasar objektif dalam pembinaan, rotasi, pengukuhan, hingga penempatan jabatan.

Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa sebagai kepala daerah, ia memikul tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan setiap jabatan strategis diisi oleh sosok yang loyal kepada kepentingan masyarakat dan mampu bekerja secara profesional.

Langkah ini sejalan dengan Misi Keenam dalam RPJMD Kabupaten Tolikara Tahun 2025–2029, yakni menciptakan pelayanan publik yang berkualitas melalui peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik. Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel melalui reformasi birokrasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas aparatur, serta digitalisasi layanan publik.

Bupati juga menyoroti masih adanya pekerjaan rumah dalam pengelolaan perencanaan, pelaksanaan program, hingga pertanggungjawaban anggaran di sejumlah OPD. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi sinyal kuat bahwa pembenahan birokrasi tidak bisa lagi ditunda.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tolikara secara aktif berkoordinasi dan menyurati BKN untuk mempercepat proses evaluasi dan uji kompetensi, demi mengejar ketertinggalan pembangunan dan memastikan percepatan regenerasi pejabat berjalan tepat waktu.

Di tengah semakin ketatnya pengawasan pemerintah pusat terhadap tata kelola administrasi daerah, Bupati menegaskan pentingnya membangun tim kerja yang solid, adaptif, dan memenuhi standar kompetensi nasional. Setiap kelemahan tata kelola dapat berdampak pada penundaan bahkan pengurangan dana transfer ke daerah.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Tolikara menegaskan komitmennya membangun birokrasi yang berbasis kinerja, kompetensi, dan integritas. Tidak ada lagi ruang bagi jabatan tanpa kapasitas, serta tidak ada toleransi terhadap kinerja yang stagnan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Pegunungan, Wasuok Demianus Siep, menyampaikan apresiasi atas langkah yang ditempuh Pemda Tolikara. Ia berharap seluruh proses uji kompetensi dan evaluasi kinerja dapat diselesaikan secara efisien dan objektif, sehingga menghasilkan rekomendasi terbaik bagi pembinaan aparatur di Kabupaten Tolikara.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir rekomendasi yang objektif bagi Panitia Seleksi untuk diserahkan kepada Bupati sebagai dasar pembinaan, rotasi, maupun pengukuhan jabatan.

Langkah ini sekaligus menjadi tonggak penting reformasi birokrasi di Tanah Injil Tolikara — menuju pemerintahan yang profesional, bersih, berdaya saing, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. (Diskomdigi Tolikara) *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *