KONI dan PSSI Tolikara Turun ke Bokondini, Petakan Potensi Atlet hingga Evaluasi Fasilitas Olahraga

Fokus, Olahraga32 Dilihat

TOLIKARA— Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tolikara bersama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kabupaten Tolikara melakukan kunjungan kerja ke sejumlah wilayah pembangunan III di Kabupaten Tolikara, Jumat (5/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga daerah guna mewujudkan visi Tolikara RAMAH dan Berprestasi.”

Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Tolikara, MuruWonda, didampingi jajaran pengurus PSSI, perwakilan cabang olahraga, unsur pemuda, serta tokoh masyarakat. Dalam agenda tersebut, mereka mengunjungi sejumlah distrik di wilayah pembangunan III, meliputi Bokondini, Bewani, Kamboneri, dan Bokoneri.

Kunjungan itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Pengurus KONI dan PSSI turun langsung menemui masyarakat, atlet, serta pelatih untuk menyerap berbagai aspirasi terkait pengembangan olahraga di daerah pegunungan tersebut. Mereka juga meninjau kondisi fasilitas olahraga yang ada sebagai bahan evaluasi dalam penyusunan program pembinaan jangka panjang.

Ketua KONI Kabupaten Tolikara, Muru Wonda, mengatakan visi TolikaraRAMAHdanBerprestasi mengandung semangat membangun olahraga yang inklusif dan mampu menjadi ruang pemersatu masyarakat. Menurut dia, olahraga harus menjunjung tinggi nilai kebersamaan, kedamaian, dan saling menghargai, sekaligus menjadi sarana melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

“Kunjungan kerja ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal untuk turun langsung ke lapangan, mendengar apa yang dibutuhkan oleh para atlet, pelatih, dan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap anak berbakat di Tolikara memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, didukung oleh lingkungan olahraga yang kondusif, aman, dan mendukung,” ujar Muru.

Dalam kunjungan tersebut, terdapat sejumlah agenda yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, inventarisasi sarana dan prasarana olahraga melalui peninjauan terhadap ketersediaan serta kelayakan fasilitas di berbagai distrik. Hasil pemetaan itu akan menjadi dasar perencanaan pemeliharaan maupun pembangunan fasilitas baru yang lebih representatif.

Kedua, dilakukan pemetaan potensi atlet melalui identifikasi bibit-bibit muda berbakat, baik pada cabang olahraga unggulan daerah maupun cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang nasional. Langkah ini dinilai penting agar proses pembinaan dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.

Selain itu, pengurus juga membahas peningkatan kapasitas pelatih melalui pelatihan dan sertifikasi agar metode pembinaan atlet sesuai dengan standar nasional. Di saat yang sama, KONI memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak terkait guna memperoleh dukungan kebijakan dan pendanaan untuk pengembangan olahraga.

Masyarakat dan para atlet di wilayah Bokondini, Bewani, Kamboneri, dan Bokoneri menyambut positif kehadiran pengurus KONI dan PSSI. Mereka berharap kunjungan tersebut dapat menghadirkan perhatian yang lebih besar terhadap pembinaan olahraga di Tolikara, sehingga semakin banyak atlet lokal yang memiliki kesempatan mengembangkan bakatnya.

Sementara itu, Ketua PSSI Kabupaten Tolikara, Anthon Gurik, memberikan pesan khusus kepada para pelatih Sekolah Sepak Bola (SSB) di Bokondini agar tetap konsisten dan serius dalam membina para atlet muda. Menurut dia, pembinaan usia dini merupakan fondasi utama dalam mencetak pemain sepak bola yang berkualitas.

Anthon juga mengajak generasi muda Tolikara untuk menjauhi berbagai perilaku negatif dan lebih aktif dalam kegiatan olahraga sebagai sarana pembentukan karakter, disiplin, serta semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Saya mengajak generasi muda agar tidak melibatkan diri dalam hal-hal yang tidak benar. Libatkan diri dalam kegiatan olahraga karena melalui olahraga kita dilatih, dididik, dan dipersiapkan menjadi pribadi yang lebih maju. Ke depan, kami akan mendorong atlet-atlet Tolikara untuk berlaga di berbagai event nasional,” kata Anthon.

Melalui kunjungan kerja tersebut, KONI Kabupaten Tolikara menegaskan komitmennya untuk terus membangun olahraga dari akar rumput. Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, olahraga diharapkan tidak hanya menjadi wahana meraih prestasi, tetapi juga menjadi perekat persatuan masyarakat dalam mewujudkan Tolikara yang ramah, damai, dan berdaya saing di tingkat nasional. (Diskomdigi Tolikara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *