Kepala BPBD Tolikara Ungkap Dampak Banjir dan Longsor, Akses Jalan dan Jembatan Lumpuh

Fokus, Pemerintahan21 Dilihat

KARUBAGA— Belum pulih dari duka kebakaran hebat yang melanda Kota Karubaga pada akhir Januari 2026, Kabupaten Tolikara kembali diguncang bencana. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan itu memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah distrik pada Jumat, 6 Februari 2026, sekitar pukul 06.00 WIT. Rentetan bencana dalam waktu berdekatan ini memperberat beban masyarakat yang sebelumnya tengah berupaya bangkit dari musibah kebakaran.

Banjir dan longsor dilaporkan terjadi di Kampung Kolilan, Ampera, Elsadai, Molera, Gurikme, Kimibur, Kogimage, Losmen, Danggulurik, Kiranage, serta Yalikaluk di Distrik Karubaga. Bencana juga meluas ke Kampung Magerakuk/Leragawi, Longgoboma, Kuburatiri, dan Bogone di Distrik Lianogoma; Kampung Kai dan Wiyager di Distrik Kai; Kampung Banggeri, Geyaneri, dan Milineri di Distrik Wenam; Kampung Timori di Distrik Geya; Distrik Tagineri; serta sejumlah distrik lainnya di wilayah Kabupaten Tolikara.

Merespons situasi tersebut, Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos, mengeluarkan Surat Pernyataan Bencana Alam Banjir dan Tanah Longsor Nomor 360/25/BUP/2026 tertanggal 7 Februari 2026. Sebelumnya, pemerintah daerah telah menetapkan status Siaga 1 menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah itu dalam beberapa pekan terakhir.

Bupati Willem Wandik bersama Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si, turun langsung ke lokasi terdampak didampingi seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolikara. Mereka meninjau kerusakan infrastruktur sekaligus menyerahkan bantuan darurat bagi warga terdampak.

Data sementara BPBD Tolikara mencatat sebanyak 827 Kepala Keluarga menjadi korban bencana, yang sebagian besar berprofesi sebagai petani, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Kerusakan meliputi akses transportasi darat, jembatan yang putus, prasarana kelistrikan milik PLN, perumahan pemukiman warga, lahan perkebunan pertanian, peternakan, hingga harta benda masyarakat yang hanyut atau tertimbun longsor.

Kepala BPBD Tolikara Feri Kogoya, SH, M.KP, mengatakan tim gabungan telah bekerja sejak hari pertama bencana untuk membuka akses terisolasi dan membantu warga.

Menurut Kepala BPBD Feri Kogoya, proses pemulihan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri karena kondisi geografis Tolikara yang berbukit dan rawan longsor.

“Kami sudah mengerahkan tim BPBD Tolikara di lokasi bencana dan juga dibantu TNI/Polri untuk membantu masyarakat terdampak serta memperbaiki prasarana yang rusak akibat bencana longsor. Perbaikan prasarana listrik PLN, terutama tiang-tiang listrik yang roboh, memakan waktu enam hari hingga akhirnya bisa beroperasi kembali,” ujar Kepala BPBD Tolikara saat diwawancarai di Karubaga, Sabtu, 15 Februari 2026.

Ia menambahkan, pemerintah daerah masih menunggu data dan analisis cuaca dari BMKG Provinsi Papua sebagai dasar pengambilan langkah lanjutan.

“Kami juga telah menunggu data dari BMKG Provinsi Papua. Kami berharap pemerintah pusat melalui BNPB dapat segera melakukan verifikasi di lokasi, agar masyarakat terdampak yang trauma pascabencana bertubi-tubi ini dapat segera terbantu dan Kabupaten Tolikara bisa secepatnya pulih,” katanya.

“Pemerintah Kabupaten Tolikara saat ini memprioritaskan pemulihan akses jalan dan jembatan agar distribusi logistik tidak terhambat. Selain itu, pendataan kerusakan rumah warga dan lahan pertanian terus dilakukan guna memastikan bantuan tepat sasaran,” ucapnya.

“Rentetan bencana yang terjadi dalam kurun waktu singkat menjadi ujian berat bagi masyarakat Tolikara. Proses rehabilitasi dan rekonstruksi butuh keseriusan melalui dukungan anggaran bersumber dari APBD Tolikara. Namun Pemkab Tolikara tidak mampu jalan sendiri tetapi perlu sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, stakeholder terutama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan maupun Badan Penanggulangan Bencana Nasional Republik Indonesia” kata Kepala BPBD Kabupaten Tolikara,” pungkas Feri Kogoya (Diskomdigi Tolikara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *