Wari, Tolikara – Pemerintah Kabupaten Tolikara bersama TP-PKK terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kemandirian masyarakat melalui penguatan pangan lokal. Salah satunya dengan menggelar Festival Sagu Tolikara yang resmi diluncurkan di Distrik Wari, Kamis, 19 Maret 2026.
Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal, Pemerintah Kabupaten Tolikara bersama Tim Penggerak PKK menggelar Festival Sagu Tolikara yang dipusatkan di Distrik Wari.

Kegiatan ini secara resmi diluncurkan oleh Bupati Tolikara, Willem Wandik, didampingi Wakil Bupati Yotam Wonda, serta dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, di antaranya Asisten I Samuel Kogoya, Ketua TP-PKK Tolikara Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, Ketua GOW Ny. Reni W. Wonda, unsur Dharma Wanita, perwakilan Polres Tolikara, serta pimpinan OPD terkait.
Festival ini menjadi salah satu program unggulan Tim Penggerak PKK dalam mendorong pemanfaatan pangan lokal, khususnya sagu, sebagai sumber pangan alternatif yang bernilai ekonomi tinggi dan berkelanjutan.

Ketua TP-PKK Tolikara, Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebatas festival, tetapi juga menjadi wadah edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Masyarakat dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari pengolahan makanan berbahan dasar lokal seperti kue, roti, dan donat dari kelapa, hingga pembuatan kerajinan tangan seperti manik-manik dan kalung. Selain itu, diberikan pula edukasi sederhana tentang pola hidup bersih dan sehat, termasuk tata cara mencuci pakaian yang baik.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, diawali dengan seminar bagi perempuan Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), kemudian dilanjutkan dengan peluncuran Festival Sagu sebagai simbol gerakan bersama dalam mendukung ketahanan pangan lokal menuju Indonesia Emas.

Ketua TP-PKK juga menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan serta apresiasi atas dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Agama, hingga organisasi kepemudaan seperti KONI, KNPI, dan GAMKI.
Pemerintah Kabupaten Tolikara juga memberikan dukungan nyata melalui alokasi anggaran sebesar 100 juta rupiah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak melalui Dinas Pendidikan.
Tidak hanya fokus pada kegiatan festival, Tim Penggerak PKK juga melakukan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas pendidikan di Distrik Wari, mulai dari tingkat PAUD hingga SMK. Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan masih adanya keterbatasan sarana, seperti belum tersedianya rumah guru dan akses jalan yang memadai menuju kampung-kampung.
Menanggapi hal tersebut, Ketua TP-PKK yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Tolikara menegaskan komitmennya untuk mendorong perencanaan pembangunan yang lebih terarah guna meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolikara, Mikhael Dandirwalu, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik dari sisi sosial maupun spiritual. Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Agama juga menyerahkan bantuan 100 Alkitab kepada masyarakat.
Festival Sagu Tolikara yang berlangsung dengan lancar ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat Distrik Wari. Antusiasme warga menunjukkan bahwa program berbasis potensi lokal seperti ini sangat relevan dan dibutuhkan.
Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan dilanjutkan ke Distrik Dow, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Tolikara.
Melalui Festival Sagu, Pemerintah Kabupaten Tolikara tidak hanya menjaga warisan pangan lokal, tetapi juga membuka jalan menuju masyarakat yang lebih mandiri, sehat, dan sejahtera. (Diskomdigi Tolikara) *













