Wari, Tolikara – Pemerintah Kabupaten Tolikara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas generasi masa depan melalui peluncuran Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK). Kegiatan digelar oleh TP-PKK Tolikara yang berlangsung di Distrik Wari pada Kamis, 19 maret 2026 kemarin ini menjadi langkah strategis dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak sejak dini.
Launching Program 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) di Distrik Wari berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masa depan generasi Tolikara. Program ini menitikberatkan pada periode emas kehidupan, yaitu sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, yang merupakan fase paling krusial dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., bersama Wakil Bupati Tolikara Yotam Wonda, SH., M.Si., serta jajaran pemerintah daerah dan unsur terkait lainnya. Turut hadir Asisten I Samuel Kogoya, Ketua TP-PKK Kabupaten Tolikara Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, SE., MM., Ketua GOW Ny. Reni W. Wonda, Amd.Sos., Ketua Dharma Wanita, perwakilan Kapolres Tolikara AKP Budiharjo Kadir, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolikara Mikhael Dandirwalu, S.Th., M.M., serta para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Tolikara menegaskan bahwa Program 1000 HPK merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan berdaya saing. Ia menyampaikan bahwa pencegahan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh agama, hingga masyarakat.
“1000 hari pertama kehidupan adalah masa penentu masa depan anak-anak kita. Jika pada fase ini kebutuhan gizi dan kesehatan terpenuhi dengan baik, maka kita sedang menyiapkan generasi Tolikara yang kuat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan,” ujar Bupati.
Program ini juga mengedepankan edukasi kepada ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga tentang pentingnya asupan gizi seimbang, pola asuh yang baik, serta akses terhadap layanan kesehatan. Pemerintah berharap melalui pendekatan ini, angka stunting di Kabupaten Tolikara dapat ditekan secara signifikan.

Selain itu, sebagai bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan, Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pendidikan turut menyerahkan bantuan berupa buku tulis, tas sekolah, dan seragam kepada para siswa. Bantuan ini diharapkan dapat mendorong semangat belajar anak-anak serta mendukung keberlanjutan pendidikan sejak usia dini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara, Elius Enembe, S.Kep., M.Kes., dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa keberhasilan program 1000 HPK sangat bergantung pada kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Ia menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kabupaten Tolikara Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi garda terdepan dalam menggerakkan peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung program ini, terutama melalui edukasi dan pendampingan langsung di tingkat kampung.
Launching Program 1000 Hari Pertama Kehidupan di Distrik Wari ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Tolikara dalam memperkuat komitmen bersama menuju generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Dengan sinergi semua pihak, diharapkan masa depan anak-anak Tolikara akan semakin cerah dan membawa kemajuan bagi daerah di tahun-tahun mendatang.
“Dari Wari untuk masa depan Tolikara—membangun generasi unggul dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan.” (Diskomdigi Tolikara) *














