Ibadah Pembukaan Seminar HUT ke-17 Anak dan Remaja GIDI Wilayah Toli Digelar di Klasis Wunin Dua

Fokus, GIDINews, Religi43 Dilihat

KARUBAGA — Ibadah pembukaan Seminar Sehari dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Anak dan Remaja Gereja Injili di Indonesia (GIDI) se-Wilayah Toli digelar di Klasis Wunin Dua, Kabupaten Tolikara, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur gereja, pemerintah, serta organisasi kepemudaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Penasihat Presiden GIDI Pdt. Liwir Kogoya, narasumber Pdt. Iker R. Tabuni, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolikara Mikhel Dandirwalu, S.Th., M.M., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara Elius Enembe, S.Kep., M.Kes., serta Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Legion Elfrans Yikwa, SKM., M.Kes. Turut hadir pula pengurus organisasi kepemudaan seperti GAMKI, KNPI, dan KPA, bersama para hamba Tuhan serta jemaat dari Klasis Wunin Dua dan klasis tetangga, di antaranya Wunin Satu, Bolubur, dan Logoboma.

Ibadah pembukaan dipimpin oleh Pdt. Liwir Kogoya yang juga menyampaikan khotbah. Dalam pesannya yang diambil dari Injil Matius 28:18–20, ia menekankan pentingnya perintah Yesus kepada jemaat untuk menjadikan semua bangsa sebagai murid-Nya, membaptis, serta mengajarkan jalan-jalan Tuhan.

Menurut Liwir, tugas pemuridan merupakan panggilan penting bagi gereja untuk membawa lebih banyak orang kepada persekutuan dengan Tuhan, sekaligus mendidik mereka hidup dalam kebenaran dan memuliakan nama Allah.

Ia juga mengenang perjalanan pelayanannya pada masa lalu yang penuh tantangan, ketika harus berjalan kaki melewati gunung dan lembah untuk melayani jemaat di wilayah Toli.

“Saya sudah tua dan sempat berpikir tidak lagi pergi melayani ke pelosok Toli. Namun Tuhan masih mengizinkan saya hadir menyaksikan kegiatan seminar ini dan berkhotbah pada ibadah pembukaan. Saya sangat bersukacita karena anak-anak dan remaja yang dulu kami layani kini dapat merayakan HUT ke-17 di Klasis Wunin Dua,” ujarnya.

Seminar sehari tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara, Elius Enembe, yang mewakili Pemerintah Kabupaten Tolikara atas arahan Bupati. Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyematan kartu peserta secara simbolis kepada dua perwakilan anak dan remaja di hadapan jemaat.

Ketua Koordinator Anak dan Remaja GIDI Wilayah Toli, Ev. Onu Wanimbo, S.Th., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia juga menyebutkan bahwa pada hari yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Tolikara turut meresmikan Puskesmas Pembantu (Pustu) Geneluk di Distrik Geneluk.

Menurut Onu, seminar tersebut mengusung tema “Generasi Emas Dipersiapkan untuk Pemimpin dengan Integritas dan Hidup Kudus di Dalam Kristus.”

Ia menilai pembinaan terhadap anak dan remaja sangat penting karena mereka merupakan generasi penerus gereja, bangsa, dan negara.

“Generasi muda adalah tulang punggung gereja, bangsa, dan negara. Karena itu pembinaan harus dimulai dari keluarga, khususnya peran orang tua dalam mengarahkan anak-anak agar kelak menjadi pemimpin yang baik,” kata Onu.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara, para kader, narasumber, serta seluruh jemaat yang telah memberikan dukungan melalui tenaga, dana, maupun doa sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tolikara, Mikhel Dandirwalu, turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan rohani bagi generasi muda.

Menurutnya, kegiatan pembinaan seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda agar memiliki nilai-nilai rohani yang kuat dan terhindar dari berbagai pengaruh negatif, seperti pergaulan bebas, narkoba, dan minuman keras.

“Perjalanan menuju tempat ini cukup jauh, namun dengan pertolongan Tuhan kami dapat hadir. Kami bersyukur karena kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari dan diharapkan membawa dampak baik bagi generasi muda di wilayah Toli,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut, anak-anak dan remaja di Klasis Wunin Dua dan wilayah sekitarnya dapat bertumbuh menjadi generasi yang takut akan Tuhan serta dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas. (Diskomdigi Tolikara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *