Ketua TP PKK Tolikara Ny. Elisabet Flassy Wandik Raih Penghargaan Nasional atas Inovasi Penyelamatan Generasi Masa Depan

Kuta, Bali – Kabupaten Tolikara kembali mengukir sejarah dan mengharumkan nama Papua di panggung nasional. Di tengah tantangan geografis yang berat dan keterbatasan akses pelayanan dasar, sebuah kisah inspiratif lahir dari pegunungan Papua. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tolikara, Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, SE., MM., berhasil meraih penghargaan bergengsi Indonesia People’s Choice Awards 2026 pada kategori Best Figure untuk subkategori Best Stunting Prevention & Treatment Program.

Penghargaan nasional tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh daerah yang dinilai mampu menghadirkan perubahan nyata, inovasi sosial, serta dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat. Malam penganugerahan berlangsung meriah di Grand Mega Resort & Spa Kuta, Bali sabtu, 13/6/2026, dengan mengangkat tema “Kolaborasi dan Harmoni Menggapai Asta Cita untuk Negeri.”

Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan simbol keberhasilan masyarakat Tolikara dalam membangun masa depan generasi muda melalui pendekatan kesehatan keluarga, pemenuhan gizi, dan perlindungan anak sejak dalam kandungan.

Di tengah hamparan pegunungan yang membentang luas, Tolikara menunjukkan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk menghadirkan perubahan. Justru dari wilayah yang sering dianggap terpencil inilah lahir berbagai inovasi pembangunan manusia yang kini mendapat pengakuan nasional.

Sejak memimpin TP PKK Tolikara periode 2025–2030, Elisabet Wandik menempatkan keluarga sebagai pusat pembangunan daerah. Bersama Pemerintah Kabupaten Tolikara, tenaga kesehatan, kader PKK, tokoh masyarakat, dan para ibu di kampung-kampung, ia menggerakkan berbagai program strategis untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Program Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) menjadi salah satu fokus utama. Program ini memastikan ibu hamil memperoleh pendampingan kesehatan, pemeriksaan rutin, vitamin, serta edukasi gizi yang memadai. Selain itu, program Sarapan Sehat Anak Sekolah, penguatan Posyandu, pemberian makanan bergizi bagi kelompok rentan, serta pemberdayaan perempuan sebagai agen perubahan terus diperluas hingga menjangkau daerah-daerah pedalaman.

Keberhasilan tersebut menjadi semakin istimewa karena dicapai di wilayah yang memiliki 46 distrik dan 541 kampung dengan kondisi geografis yang menantang. Untuk menjangkau masyarakat, para kader dan petugas kesehatan harus menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat, sungai, hingga penerbangan perintis ke wilayah-wilayah terpencil.

Usai menerima penghargaan, Ny. Elisabet flassy Wandik mengaku terharu dan tidak menyangka program yang baru berjalan sekitar satu tahun lebih tersebut mampu menarik perhatian nasional.

Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh masyarakat Tolikara yang memiliki semangat yang sama untuk menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Ia menegaskan bahwa perjuangan melawan stunting bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun masa depan bangsa. Setiap anak yang tumbuh sehat hari ini adalah pemimpin, inovator, guru, tenaga kesehatan, dan penggerak pembangunan Indonesia di masa mendatang.

Selain fokus pada kesehatan keluarga, TP PKK Tolikara juga mendorong penguatan ketahanan pangan lokal melalui Festival Sagu dan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber gizi masyarakat. Langkah ini menjadi contoh bagaimana kearifan lokal dapat dipadukan dengan program pembangunan modern untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan mandiri.

Sementara itu, Bupati Tolikara, Wilem Wandik,S.Sos memberikan apresiasi tinggi atas penghargaan yang diraih TP PKK Tolikara.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, organisasi perempuan, tenaga kesehatan, tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan prioritas utama Pemerintah Kabupaten Tolikara. Visi tersebut telah dituangkan dalam berbagai program pembangunan daerah yang sejalan dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Bupati Willem wandik menambahkan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembangunan manusia harus dimulai dari keluarga. Ketika keluarga sehat, anak-anak memperoleh gizi yang baik, pendidikan yang berkualitas, dan lingkungan yang mendukung, maka masa depan daerah dan bangsa akan menjadi lebih kuat.

Indonesia People’s Choice Awards sendiri dikenal sebagai ajang penghargaan yang melalui proses seleksi ketat. Penilaian dilakukan berdasarkan data, analisis, kurasi, serta dampak nyata program terhadap masyarakat. Berbagai aspek menjadi pertimbangan, mulai dari tata kelola pemerintahan, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, pengurangan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, hingga pembangunan sumber daya manusia.

Bagi Kabupaten Tolikara, penghargaan ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan pelayanan yang merata, menjangkau wilayah-wilayah terpencil, dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh hak atas kesehatan, pendidikan, dan kehidupan yang layak.

Dari pegunungan Papua, Tolikara mengirimkan pesan kuat kepada Indonesia dan dunia bahwa perubahan besar dapat lahir dari tempat yang jauh sekalipun. Ketika pemerintah, masyarakat, perempuan, dan keluarga berjalan bersama, maka lahirlah generasi unggul yang mampu mengubah masa depan.

Penghargaan ini dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Tolikara, para kader PKK, tenaga kesehatan, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, dan semua pihak yang tanpa lelah bekerja demi menghadirkan kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera bagi anak-anak Papua.

Tolikara hari ini tidak hanya sedang membangun daerahnya. Tolikara sedang membangun harapan, membangun masa depan, dan membangun generasi emas yang akan membawa Papua dan Indonesia menuju panggung dunia. (Diskomdigi Tolikara) *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *