Mamit, WestPasific— Wakil Bupati Tolikara, Yotam Wonda, S.H., M.Si., menghadiri secara langsung acara penamatan siswa Sekolah Alkitab Maranatha Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Bahasa Lani angkatan ke-59, yang diselenggarakan di Mamit, wilayah Pembangunan Tolikara IV, pada Rabu, 11 Juni 2025.
Acara ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan rohani di wilayah Pegunungan Papua, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tolikara terhadap penguatan iman dan pendidikan berbasis nilai-nilai keagamaan lokal.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Yotam Wonda menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para siswa yang telah menyelesaikan masa studi mereka. Ia menegaskan bahwa para lulusan ini merupakan aset berharga, bukan hanya bagi gereja, tetapi juga bagi masyarakat secara luas.
“Pendidikan rohani adalah fondasi penting dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual masyarakat kita. Para lulusan Sekolah Alkitab ini akan menjadi agen perubahan yang membawa damai dan nilai-nilai kekristenan sejati ke tengah masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah berbahasa Lani,” ujarnya.
Wakil Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat—termasuk tokoh agama, pemimpin adat, dan pemerintah kampung—untuk mendukung keberlangsungan pendidikan teologi, khususnya dalam bahasa lokal seperti Bahasa Lani. Menurutnya, pelestarian bahasa daerah dalam konteks pendidikan agama merupakan langkah strategis dalam menjaga jati diri serta memperkuat warisan budaya masyarakat Pegunungan Papua.
Acara penamatan berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita. Dihadiri oleh para tokoh gereja GIDI, keluarga para siswa, pemimpin jemaat, dan masyarakat umum, suasana kekeluargaan dan spiritualitas kental terasa dalam setiap rangkaian kegiatan. Prosesi penamatan ditutup dengan doa syukur, pengutusan rohani, serta pemberian penghargaan kepada lulusan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi mereka.
Sekolah Alkitab Maranatha GIDI Bahasa Lani sendiri merupakan lembaga pendidikan rohani yang fokus pada pengajaran Alkitab dalam bahasa daerah. Melalui pendekatan kontekstualisasi iman dengan budaya lokal, sekolah ini menjadi wadah pembinaan calon-calon pelayan Tuhan dari berbagai distrik dan kampung di wilayah Tolikara dan sekitarnya.
Kehadiran Wakil Bupati dalam kegiatan ini menegaskan kembali bahwa pembangunan sumber daya manusia di Tolikara tidak hanya difokuskan pada aspek formal dan infrastruktur, tetapi juga mencakup pembinaan mental dan spiritual sebagai fondasi utama pembangunan karakter dan moral bangsa.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Tolikara, Remain Gurik, S.Pd., menyoroti pentingnya digitalisasi dalam sistem administrasi pendidikan, terutama melalui penerapan Aplikasi e-Ijazah yang kini mulai diintegrasikan di seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Tolikara.
“Sistem aplikasi e-Ijazah mempermudah verifikasi keaslian ijazah dan mencegah pemalsuan. Karena itu, syarat administrasi keluarga—terutama Kartu Keluarga (KK)—harus tertib dan diperbarui,” ujarnya.
Menurutnya, digitalisasi dokumen pendidikan ini sejalan dengan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang mendorong sistem pendidikan berbasis teknologi, paperless, dan terintegrasi dengan data kependudukan.
“Setiap ijazah kini dilengkapi barcode yang langsung terhubung dengan database Dapodik dan Dukcapil. Jika data keluarga belum sinkron, maka ijazah tidak dapat diterbitkan,” jelasnya.
Untuk itu, ia mengimbau para orang tua agar segera memperbarui data kependudukan anak-anak mereka. Pertama, perbarui Kartu Keluarga dan pastikan nama, tanggal lahir, serta NIK anak sesuai dengan akta kelahiran. Kedua, periksa kesesuaian data sekolah, dan segera laporkan ke operator sekolah jika ada kesalahan penulisan. Ketiga, manfaatkan layanan daring dari Dinas Dukcapil Tolikara, yang membuka loket layanan cepat di Kantor Distrik Mamit hingga 30 Juni 2025.
“Kami ingin memberi kepastian bahwa setiap anak Tolikara menerima ijazah tepat waktu dan sah secara hukum. Tolong, Bapak-Ibu, jangan menunggu sampai anak lulus untuk melengkapi data,” tegas Remain Gurik. (Diskominfo Tolikara)











