Tembus Pelosok Tolikara, Layanan Kesehatan Kini Hadir hingga Kampung Terpencil

Pemerintahan, Fokus87 Dilihat

Karubaga – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tolikara dalam mengatasi keterisolasian layanan kesehatan terus diwujudkan secara nyata. Melalui Dinas Kesehatan, pemerintah daerah melakukan terobosan dengan mendistribusikan obat-obatan serta menghadirkan layanan kesehatan langsung ke wilayah terpencil, termasuk Distrik Wina (Kampung Babu dan Yogweme) serta Distrik Dundu, Rabu (21/1/2026).

Kunjungan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara, Elius Enembe, S.Kep., M.Kes., bersama jajaran disambut antusias oleh Kepala Puskesmas Wina, Wupunuk Aud, Kepala Puskesmas Dundu, Dagito Kogoya, serta masyarakat setempat. Kehadiran langsung pimpinan dinas di lapangan dinilai sebagai bentuk perhatian serius pemerintah terhadap kondisi kesehatan masyarakat di wilayah pedalaman.

Selama bertahun-tahun, masyarakat di daerah terpencil Tolikara harus menghadapi tantangan geografis yang berat, cuaca ekstrem, serta keterbatasan akses transportasi untuk memperoleh layanan medis. Namun, di bawah kepemimpinan Bupati Willem Wandik dan Wakil Bupati Yotam Wonda, hambatan tersebut mulai terurai melalui pemanfaatan transportasi udara untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terhubung jalur darat.

Tokoh gereja setempat, Enies Kogoya, menyampaikan rasa syukur atas perubahan yang mulai dirasakan masyarakat. Ia menilai pelayanan kesehatan kini tidak lagi terpusat di wilayah perkotaan atau distrik yang mudah dijangkau.

“Pelayanan kesehatan sekarang tidak hanya berhenti di kota atau distrik yang mudah diakses. Kami melihat negara mulai hadir hingga ke kampung-kampung,” ujarnya.

Apresiasi serupa disampaikan tokoh adat setempat. Menurutnya, kehadiran langsung Kepala Dinas Kesehatan di lapangan bukan sekadar menjalankan tugas administratif, melainkan wujud pelayanan yang dilandasi kepedulian.

“Ketika pimpinan mau datang langsung, melihat dan mendengar sendiri kondisi masyarakat, itu menunjukkan bahwa rakyat benar-benar dianggap penting,” katanya.

Sementara itu, kalangan intelektual di Wilayah Pembangunan III menilai pendekatan turun langsung ke lapangan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Mereka menilai pelayanan kesehatan kini tidak lagi sebatas kebijakan di atas kertas, melainkan langkah nyata yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Meski dampak positif mulai dirasakan, para tokoh masyarakat mengakui masih terdapat tantangan besar ke depan, terutama keterbatasan infrastruktur jalan yang belum sepenuhnya terhubung dan masih menghambat mobilitas pelayanan kesehatan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah tetap konsisten menjadikan sektor kesehatan sebagai prioritas utama pembangunan. Pelayanan yang adil dan merata diyakini menjadi kunci untuk menjaga kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok Kabupaten Tolikara.

“Kami menyadari tantangan ini tidak ringan. Namun dengan niat baik dan kepedulian kepala daerah saat ini, kami mulai merasakan langsung kehadiran negara,” tutup salah satu tokoh masyarakat. (Diskomdigi Tolikara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *