Peringatan HUT ke-80 RI di Distrik Wina: Sederhana Namun Penuh Makna

Pemerintahan, Fokus391 Dilihat

Wina,Tolikara – Di tengah keterbatasan akses transportasi dan tantangan geografis yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat perintis, masyarakat Distrik Wina Tolikara Papua Pengunungan tetap menyalakan semangat kemerdekaan dengan melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dengan sederhana Senin (18/8/2025).

Meski digelar sederhana, upacara tersebut sarat makna dan menjadi bukti kecintaan masyarakat Wina terhadap Tanah Air. Kehadiran pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Willem Wandik, S.Sos dan Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si menegaskan komitmen bahwa pembangunan dan pelayanan harus menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah-daerah terjauh sekalipun.

Jalannya Upacara dimulai pukul 08.30 WIT dan berlangsung hingga siang hari dengan penuh khidmat.
Inspektur Upacara: Camat Wina, Yowen Wenda,Komandan Upacara: Deo Kogoya Sekretaris Badan Keuagan Pengelolaan Aset Daerah
Pengibar Bendera: Pemuda Gereja GIDI Klasis Wina calon Wilayah Kembu, yakni Yoni Gombo, Duniron Wenda, dan Mesico Enembe
Doa: Dipimpin oleh Nies Kogoya Ketua Pemuda GIDI Klasis Wina.
Peserta upacara terdiri dari staf distrik, para rohaniawan Gereja GIDI Klasis Wina, kepala kampung, serta masyarakat setempat. Semua hadir dengan semangat yang sama: memperingati hari lahirnya bangsa indonesia dengan kebersamaan.

Peringatan HUT ke 80 RI setempat menjadi lebih bermakna dengan hadirnya Beberapa tokoh penting dari daerah itu diantaranya Feri kogoya,SH Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Tolikara,dan Kepala Dinas Kesehatan Tolikara Elius Enumbi,S.KM,dan Deo kogoya,SE Sekretaris Badan Keuangan Pengelolaan Aset Daerah BKPAD Tolikara yang menjadi komandan upacara.

Seusai upacara, warga menyampaikan sejumlah aspirasi penting kepada pemerintah daerah. Beberapa usulan prioritas yang disampaikan masyarakat Distrik Wina antara lain:
Pembangunan puskesmas untuk layanan kesehatan masyarakat
Pembangunan sekolah dasar di Wina dan Yogeme untuk peningkatan Pendidikan.
Pembangunan kantor distrik sebagai pusat pelayanan administrasi
Pembangunan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga
Pembangunan bandar udara guna membuka akses transportasi dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Bagi masyarakat Wina, momentum HUT ke-80 RI ini bukan sekadar upacara tahunan, tetapi kesempatan untuk menyuarakan harapan dan kebutuhan dasar mereka. Dengan semangat kemerdekaan, warga berharap pemerintah pusat maupun daerah semakin memperhatikan pembangunan di wilayah terisolasi seperti Wina.
Camat Wina, Yowen Wenda, menyampaikan rasa bangga atas partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Walau sederhana, upacara ini adalah wujud cinta masyarakat Wina kepada Indonesia. Kami berharap pemerintah dapat merealisasikan aspirasi masyarakat demi kesejahteraan bersama,” ungkapnya.

Peringatan HUT RI ke-80 di Distrik Wina menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tidak pernah pudar, meskipun dalam keterbatasan. Upacara sederhana ini justru menghadirkan makna yang dalam: persatuan, doa, dan harapan untuk masa depan Wina yang lebih baik. (Diskominfo Tolikara)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed