Malam Resepsi Kenegaraan HUT ke-80 RI di Tolikara Penuh Makna: Bupati Willem Wandik dan Ketua Panitia Sampaikan Pesan Mendalam

Fokus, Pemerintahan572 Dilihat

Karubaga, Tolikara – Malam resepsi kenegaraan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tolikara berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara yang digelar pada 17 Agustus 2025 malam ini menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat tekad seluruh elemen masyarakat dalam melanjutkan perjuangan membangun bangsa dan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Willem Wandik,S.Sos menegaskan bahwa kemerdekaan yang dirayakan saat ini bukanlah hadiah, melainkan hasil dari perjuangan panjang dan pengorbanan besar para pahlawan bangsa.

“Proklamasi 17 Agustus 1945 hanyalah awal. Setelah itu, bangsa ini harus berjuang mempertahankan kemerdekaan melalui pertempuran fisik, diplomasi, dan pembangunan. Karena itu, makna kemerdekaan jangan berhenti pada seremonial, melainkan harus menjadi energi untuk terus melangkah maju,” ujar Bupati Willem wandik.

Mengangkat tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” dan sub tema Kabupaten Tolikara “Dengan Semangat HUT RI ke-80, Kita Tingkatkan Persatuan dan Kedaulatan Demi Terwujudnya Tolikara yang Religius, Berbudaya, Mandiri, Adil, dan Sejahtera”. Tegasnya.

Bupati Willem Wandik menekankan pentingnya lima nilai dasar pembangunan di Tolikara yaitu, Religius, dengan menegakkan iman dan moral yang kokoh. Berbudaya, dengan menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai identitas masyarakat. Mandiri, dengan membangun kekuatan sendiri tanpa ketergantungan berlebih. Adil, dengan memberi kesempatan yang sama kepada seluruh warga. Sejahtera, dengan memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Bupati menegaskan, resepsi kenegaraan ini lebih dari sekadar jamuan. “Malam ini adalah malam kebersamaan, malam kita mengendapkan rasa syukur, mengenang jasa para pahlawan, dan menguatkan tekad untuk melanjutkan perjuangan mereka. Kita mungkin tidak lagi mengangkat senjata, tetapi kita memegang senjata zaman ini: pena untuk menulis kemajuan, ilmu untuk mencerdaskan, teknologi untuk mempermudah, dan hati yang tulus untuk melayani rakyat,” tegasnya.

Bupati Willem Wandik,S.Sos juga mengajak masyarakat memandang kemerdekaan sebagai warisan sekaligus amanah yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya dalam keadaan yang lebih baik. Ia menutup sambutannya dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak—panitia, aparat keamanan, paskibraka, pelajar, organisasi masyarakat, dan seluruh warga Tolikara—yang telah bekerja keras menyukseskan rangkaian peringatan HUT ke-80 RI.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-80! Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju! Merdeka!” tutup Bupati Willem Wandik dengan penuh semangat.

Sementara itu Sebelumnya, Ketua Panitia HUT ke-80 RI Kabupaten Tolikara, Letkol Inf. Justus Bernard Mara,S.Sos,M.IP Dandim 1716 Tolikara menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan. Ia menjelaskan, peringatan kemerdekaan tahun ini berlandaskan pada UUD 1945, pedoman dari Sekretariat Negara, serta Keputusan Bupati Tolikara tentang penetapan panitia pelaksana.

Mengangkat tema nasional dan sub tema daerah, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal Agustus, antara lain:
Upacara Taptu dan Pawai Obor (16 Agustus 2025). Pengukuhan Paskibraka (16 Agustus 2025). Upacara Detik-Detik Proklamasi (17 Agustus 2025 pagi). Upacara Penurunan Bendera (17 Agustus 2025 sore). Malam Resepsi Kenegaraan (17 Agustus 2025 malam)

Letkol Justus Bernard Mara menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti seluruh unsur Forkopimda, kepala OPD, Kepala distrik, perwakilan TNI-Polri, instansi vertikal, pelajar, tokoh adat, tokoh agama, hingga organisasi kemasyarakatan.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah memeriahkan HUT ke-80 RI, menumbuhkan nasionalisme, menghargai jasa pahlawan, serta mempererat silaturahmi seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Tolikara membuktikan bahwa persatuan masih terjaga dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Tolikara, Forkopimda, panitia, para pelatih, guru pembina, paskibraka, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung hingga acara berjalan sukses.

“Semoga kegiatan ini menjadi penyemangat untuk memperkuat persatuan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air di Kabupaten Tolikara. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80, Merdeka… Merdeka… Merdeka!” pungkasnya. (Diskominfo Tolikara)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *