KARUBAGA, TOLIKARA — Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan menyalurkan bantuan tahap pemulihan bagi warga terdampak kebakaran hebat di kawasan Giling Batu, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Jumat (13/2/2026). Kebakaran yang terjadi pada 28 Januari 2026 itu menghanguskan ratusan rumah dan kios milik warga.
Bantuan diserahkan langsung Kepala Dinas Sosial Papua Pegunungan Yanius Telenggen kepada Bupati Tolikara Willem Wandik di Posko Induk Tanggap Darurat yang berpusat di Kantor Distrik Karubaga. Turut hadir Kepala BPBD Tolikara Feri Kogoya dan Kepala Dinas Sosial Tolikara Andrus Kogoya.
Willem mengatakan, Tolikara saat ini menghadapi sejumlah bencana secara bersamaan, mulai dari banjir, longsor, hingga kebakaran besar di Giling Batu kawasan yang dulu dikenal sebagai Yelonggolo. Menurut dia, skala kebakaran tersebut telah masuk kategori bencana kemanusiaan karena lebih dari seratus rumah terbakar dan ratusan warga kehilangan tempat tinggal serta mata pencaharian.

“Dalam situasi seperti ini kita memang tidak berdaya, tetapi harus tetap kuat dan membangun sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat. Kehadiran Kepala Dinas Sosial Provinsi hari ini adalah bukti kepedulian,” ujar Bupati Willem Wandik.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi yang telah dua kali mengirim bantuan tanggap darurat sebelumnya. Pada kunjungan ketiga ini, kepala dinas turun langsung ke lokasi terdampak.
Menurut Willem, awalnya warga hanya terdampak kebakaran. Namun, dalam perkembangannya banjir dan longsor turut melanda sehingga jumlah pengungsi yang datang ke posko terus bertambah. Pemerintah Kabupaten Tolikara membuka posko tanggap darurat di Kantor Distrik Karubaga yang melibatkan BPBD, Dinas Sosial, aparat TNI/Polri, Kementerian Agama, tokoh gereja, relawan, dan masyarakat setempat.

Sebagian besar korban merupakan pedagang yang menggantungkan hidup dari kios dan lapak di kawasan tersebut. Pemerintah daerah merencanakan relokasi sementara ke Pasar Sentral Karubaga, termasuk area terminal, los pasar, dan ruko, agar para pedagang dapat kembali beraktivitas.
“Kalau tidak segera difasilitasi, para pedagang akan kesulitan memulihkan ekonomi keluarga. Pemerintah sedang menyiapkan tempat terbaik, dan kami berharap masyarakat bersabar,” kata Willem.

Di lokasi kebakaran, pemerintah juga merencanakan pembangunan kembali rumah-rumah warga yang hangus terbakar.
Kepala Dinas Sosial Papua Pegunungan Yanius Telenggen mengatakan pihaknya segera merespons informasi kebakaran dengan menyalurkan bantuan darurat. Ia berharap masyarakat tidak melihat besar kecilnya bantuan, melainkan makna kehadiran pemerintah sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.
“Kami membawahi delapan kabupaten dan berkomitmen memperhatikan seluruh wilayah secara adil melalui komunikasi berkelanjutan,” ujarnya.
Pada tahap pemulihan ini, bantuan yang disalurkan antara lain beras 5 ton, gula 10 karung besar, kopi 10 karton, teh 2 karton, garam 15 karton, peksin 5 karton, mi instan 100 karton, minyak goreng 10 karton, susu 5 karton, serta tikar dan selimut.

Kepala Dinas Sosial Tolikara Andrus Kogoya melaporkan jumlah korban terdampak mencapai 256 kepala keluarga atau 976 jiwa. Rinciannya, keluarga Toraja 63 KK (163 jiwa), keluarga gabungan Ambon, Biak, Serui, Sentani dan lainnya 21 KK (67 jiwa), Luwu Raya 40 KK (92 jiwa), Bone 48 KK (122 jiwa), Orang Asli Tolikara 58 KK (443 jiwa), serta keluarga Jawa 26 KK (90 jiwa).
Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp96,538 miliar, meliputi kerusakan rumah tinggal, toko dan kios, usaha fotokopi, warung makan, pangkas rambut, hingga ternak.
Selain Dinas Sosial Papua Pegunungan, bantuan juga datang dari berbagai pihak, antara lain BPBD Papua Pegunungan, Kementerian Sosial RI, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, Bhayangkari Papua, TP-PKK Tolikara, Mama-mama Toli, DPR Papua Pegunungan, serta anggota MRP Papua Pegunungan. (Diskomdigi Tolikara)














