Wari, Dou,Tolikara, Papua Pegunungan — Dalam sebuah perjalanan penuh makna selama enam hari, Pemerintah Kabupaten Tolikara di bawah kepemimpinan Bupati Willem Wandik, S.Sos dan Wakil Bupati Yotam Wonda, SH, M.Si bersama Tim Penggerak PKK menapaki jejak pelayanan langsung ke tengah masyarakat di Wilayah Pembangunan V.
Kunjungan kerja yang berlangsung sejak Rabu, 18 hingga 23 Maret 2026 ini mencakup Distrik Wari, Igiyam, Sebei, Dou, dan Dorman. Sebuah safari pembangunan yang bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah rakyat mendengar, melayani, dan membangun dari akar kehidupan masyarakat.
Hari Pertama: Awal Pelayanan, Menyentuh Generasi Masa Depan
Kedatangan rombongan di Bandara Wari disambut hangat penuh sukacita oleh masyarakat. Momentum ini langsung dilanjutkan dengan pembukaan Konferensi Wanita GIDI yang sarat nilai spiritual dan pemberdayaan perempuan.

Tak hanya itu, pemerintah juga meluncurkan program strategis diantaranya 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) sebagai upaya menekan stunting dan meningkatkan kualitas generasi masa depan, Program Sarapan Sehat Anak Sekolah untuk mendukung tumbuh kembang anak, dan Kegiatan Bunda PAUD sebagai fondasi pendidikan usia dini.

Suasana semakin haru saat bantuan perlengkapan sekolah dibagikan kepada anak-anak PAUD, SD, hingga SMP. Hari pertama ditutup dengan ibadah bersama, mempersatukan hati dalam doa dan harapan.
Hari Kedua: Pendidikan, Keterampilan, dan Ketahanan Pangan Lokal
Memasuki hari kedua, rombongan meninjau langsung fasilitas pendidikan mulai dari PAUD hingga SMK Pertanian menegaskan komitmen pada pembangunan sumber daya manusia.

Tak hanya pendidikan formal, masyarakat juga dibekali keterampilan hidup seperti Pelatihan tata laksana rumah tangga, Pembuatan aneka kue, Perawatan kebersihan rumah dan Festival aneka olahan sagu menjadi daya tarik tersendiri mengangkat kembali kekuatan pangan lokal sebagai identitas dan sumber ekonomi masyarakat.

Bantuan Alkitab, sarana olahraga dari KNPI, hingga dialog terbuka dengan masyarakat menjadi ruang aspirasi yang hangat dan penuh harapan. Rombongan juga meninjau kantor distrik, puskesmas, dan fasilitas pelayanan publik lainnya.
Hari Ketiga: Penyambutan Penuh Adat dan Semangat di Distrik Dou
Perjalanan berlanjut ke Distrik Dou. Rombongan disambut secara adat di Bandara Dou dengan penuh kehormatan dan kebanggaan masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan seminar dan konferensi wanita GIDI oleh TP-PKK—menegaskan peran perempuan sebagai pilar keluarga dan pembangunan.

Hari Keempat: Penguatan Gizi, Pendidikan, dan Ekonomi Lokal
Program prioritas kembali dilanjutkan di Distrik Dou yakni Peluncuran Sarapan Sehat Anak Sekolah
Penguatan Program 1000 HPK dan Festival pangan lokal berbasis sagu. Keceriaan anak-anak terlihat saat menerima bantuan perlengkapan sekolah sebuah simbol harapan baru bagi generasi penerus Tolikara.

Hari Kelima: Iman, Kebersamaan, dan Komitmen Membangun
Hari kelima menjadi puncak emosional dari rangkaian kegiatan. Dalam ibadah bersama, lahir sebuah komitmen iman untuk membangun Gedung Gereja Jemaat Elshaday Dou. Dengan penuh ketulusan, terkumpul dana sebesar Rp660 juta dari janji iman masyarakat dan rombongan. Pada kesempatan itu, Ibu Bupati, Ny. Elisabeth Y. Flassy Wandik, dikukuhkan sebagai Ketua Panitia Pembangunan.

Kegiatan dilanjutkan dengan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang menghadirkan suasana spiritual yang mendalam, sebelum ditutup dengan pesta rakyat dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan tanpa sekat antara pemerintah dan masyarakat.
Hari Keenam: Kembali dengan Harapan Baru
Perjalanan ditutup dengan persiapan kembali ke Karubaga ibu kota Kabupaten Tolikara. Namun yang tertinggal bukan sekadar jejak perjalanan, melainkan semangat baru, harapan baru, dan komitmen kuat untuk membangun Tolikara dari kampung ke kampung.

Penutup: Pemerintah Hadir, Rakyat Diperhatikan
Safari pembangunan ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi hadir langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat di Wilayah Pembangunan V merasakan perhatian, pelayanan, dan kasih dari pemerintah daerah. Di sisi lain, pemerintah juga mampu menyerap aspirasi rakyat sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Dengan semangat kebersamaan, iman, dan kerja nyata, Kabupaten Tolikara terus melangkah menuju kesejahteraan. Yaki – yaki, Tolikara bangkit. (Diskomdigi Tolikara)








