Igari, Tolikara – Wakil Bupati Tolikara, Yotam Wonda, S.H., M.Si., memimpin apel pagi yang berlangsung penuh khimat di halaman Kantor Bupati Tolikara igari, Jumat (3/10/2025).
Dalam amanatnya, Wakil Bupati Yotam wonda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tetap disiplin dan konsisten mengikuti apel rutin serta menjalankan tugas pelayanan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN yang setia mengabdi bagi daerah ini. Kiranya Tuhan Yesus memberkati setiap tugas dan tanggung jawab yang kita emban bersama,” ujarnya.

Wakil Bupati juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf terkait ketidakhadirannya menetap di daerah dalam beberapa waktu terakhir karena padatnya urusan Dinas luar daerah yang harus bagi waktu dengan Bupati. Namun, ia menegaskan komitmennya tetap mendampingi masyarakat dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Saya mohon maaf jika ada pernyataan saya sebelumnya yang menimbulkan kebingungan. Padatnya urusan Dinas luar daerah bukan berarti kami lepas tanggung jawab. Kami akan tetap bersama masyarakat Tolikara,” jelasnya.
Salah satu isu strategis yang ditegaskan Wakil Bupati adalah persoalan batas wilayah Tolikara dengan daerah tetangga. Ia menilai masalah ini merupakan ancaman serius yang dapat berdampak pada berkurangnya wilayah, kursi DPRD, hingga alokasi dana APBD.
“Ini masalah warisan yang belum tuntas. Kami minta dukungan doa dan partisipasi ASN serta masyarakat agar wilayah yang masih dibahas ini tetap menjadi bagian Tolikara. Warga di perbatasan juga harus menjaga tanahnya supaya tidak diambil daerah lain,” tegas Yotam Wonda.

Wakil Bupati menekankan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bekerja fokus dan menuntaskan program tepat waktu. Dengan sisa kurang dari dua bulan hingga akhir tahun anggaran, ia mengingatkan pimpinan OPD untuk berada di tempat, mengontrol langsung pekerjaan, dan memastikan seluruh program selesai pada Desember.
“Tidak boleh ada pekerjaan yang tertunda. Kepala dinas wajib kontrol lapangan. Jika pimpinan keluar daerah, sekretaris dinas atau pejabat eselon harus tetap hadir agar roda pemerintahan tetap terkontrol,” tandasnya.
Dalam arahannya, Wakil Bupati juga memberikan klarifikasi terkait permintaan bantuan dana masyarakat untuk kegiatan keagamaan dan sosial. Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan harus melalui mekanisme anggaran pemerintah.
“Pemerintah tidak menolak membantu, tapi semua harus dianggarkan terlebih dahulu. Kalau proposal masuk tahun ini, realisasinya bisa tahun depan. Harap masyarakat memahami agar tidak terjadi salah pengertian,” ungkapnya.
Terkait agenda pelantikan Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Wakil Bupati menyampaikan penundaan ke Senin mendatang karena Bupati Tolikara masih menghadiri pembahasan evaluasi APBD Perubahan di Wamena.
“Saya tetap berada di tempat untuk memastikan roda pemerintahan berjalan, sementara Bupati sedang bertugas. Kita terus berkoordinasi,” tambahnya.
Mengakhiri arahannya, Wakil Bupati mengajak ASN Tolikara untuk meninggalkan budaya kerja lama yang tidak disiplin. Ia menekankan pentingnya perubahan pola kerja menuju profesionalitas dan tanggung jawab bersama.
“Cukup sudah kebiasaan masa lalu. Mari kita ubah pola kerja kita demi kemajuan Kabupaten Tolikara,” pungkasnya. (Diskomdigi Tolikara)*








